Minggu, 25 Oktober 2015

Jamaah Rela duduk 9 jam menunggu Ust. Solmed



DAKWAHPOS.COM,Bandung- Ribuan jamaah memadati ruangan Masjid Ikomah dari anak-anak, remaja, mahasiwa, hingga orang tua hadir untuk menyaksikan tausyiah Ust. Solmed Masjid Ikomah hingga rela duduk menuggu selama 9 jam.
            “Saya disini dari jam 6 sampai jam 2” Ujar Lala Mahasiswi Fakultas Dakwah. (25/10)
Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1437 H. sekaligus peringatan Milad Hima Aswajapada tanggal 24 Oktober 2015 ini, panitia mengundang Ust. Solmed mengisi Tausyiah.
Walaupun waktu semakin malam Para jamaah rela menunggu lama memilih untuk tidak pulang demi mendengarkan dan melihat Ust. Solmed bertusyiah.
Ust. Solmed tiba di Masjid pukul 1 pagi dan baru mulai mengisi tausyiah pukul 2 sampe dengan jam 3, namun para jamaah tetap mendengarkan tausyiah dengan penuh perhatian, walaupun ada sebagian kecil menunduk karena mengantuk.

         

Dakwahpos.com Masjid Ikomah Bergema Di Tengah Malam



DAKWAHPOS.COM,Bandung- Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung masih ramai di tengah malam dengan semarak sholawat para jamaah Tabligh Akbar Nasional Tahun Baru Islam pada tanggal 24 Oktober 2015.
            Para pengisi acara mengajak jamaah untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Walaupun malam semakin larut, namun semangat jamaah tetap berkobar melantunkan sholawat
.”saya seneng banget kalau diajak sholawatan, ketika ngantuk pun jadi bergairah kembali, dan juga tidak membosankan” ujar Erin salah satu Jamaah disana. (24/10)
            Jamaah yang lain juga mengatakan suara musik dari hadroh dan marawis membuat para jamaah semangat untuk mengikuti bersholawat, dan membuat jamaah menjadi melek kembali ketika mengantuk.
            Para tamu pengisi acara juga mengajak jamaah untuk senantiasa melambaikan tangannya ketika sholawat berlangsung.“Melambaikan tangan mengharapkan syafaatul uzma dari Rasulullah SAW”. Ujar ceng Zamzam saat mengajak jamaah bersholawat. (24/10)
Reporter: Linda Maulidah, KPI/III/B

Dakwahpos.com Mahasiswa Tak Peduli Himbauan


Dakwahpos.com, Bandung- Himbauan yang ditulis ditempat penyimpanan mukena di Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati seakan sudah tak berlaku. Di beberapa titik di lantai dua masjid ini terdapat banyak sekali mukena berceceran dimana-mana. Hal ini terjadi karena mahasiswa mengikuti kebiasaan mahasiswa yang lainnya.
            “Tidak disimpan di tempatnyanya, Saya sih mengikuti yang lain saja” Ujar Lusy Kamilati (05/10).
Alasan Mahasiswa tidak mematuhi himbauan tersebut karena sudah menjadi kebiasaan sebelumnya, sehingga para pengguna mukena hanya mengikuti para pengguna yang lain saja untuk tidak menyimpan pada lemari tempat mukena.
            “Saya piker juga ini akan memudahkan para pengguna mukena yang lainnya agar tidak repot-repot mencari mukena ke lemari mukena”. Tambahnya lagi.
            Hal serupa dikatakan Novia Laras Mahasiswa Fakultas Adab (05/10). Dia mengatakan bahwa mukena tidak disimpan di lemari agar pengguna mukena lainnya tidak usah repot mencari mukena ke lemarinya.
            Mengenai solusi, dia mengatakan tidak apa-apa tidak disimpan ke lemari karna demi memudahkan pengguna yang lainnya, hanya saja mukena harus ditilap dengan rapih tidak berantakan.
            “Biarlah tidak disimpan di lemari asalkan ditilap dengan rapih”. Tegasnya.

Reporter : Linda Maulidah KPI III/B

Dakwapos.com Pengajian Kitab Kuning Sudah Jarang Peminat




DAKWAHPOS.COM, BANDUNG- Kitab kuning kini sudah semakin jarang peminat.Ini jugat erjadi di Masjid Iqomah UIN Sunan Gunung  Djati  Bandung.Spanduk  pengumuman jadwal kajian kitab kuning yang terpajang di dinding depan masjid iqomah ternyata sudah tak terlaksana lagi.
Drs. A.Bachrun Rifa’I selakuketua DKM Masjid Iqomah mengatakan (12/10), pengajian yang didirikan bulan maret 2014 ini hanya berlangsung selama 3 bulan. Ini terjadi karena semakin sedikit minat pengikutnya.
“Pada awalnya terdapat banyak sekali yang daftar di pengajian ini. Namun yang datang hanya sekitar 10-15 orang.Semakin kesini makin jarang yang datange ntah karena waktu atau apa.” Ujarnya
Pasalnya, pengajian ini bertujuan untuk mengkader mahasiswa agar bisa menguasai kitab kuning dengan kajian-kajian yang ada di dalamnya. “dikarenakan zaman sekarang  kekurangan orang yang berkecimbung dalam kitab kuning, maka didirikanlah pengajianini agar mengkader mahasiswa supaya bisa menguasai kitab kuning.” Ucapnya.
Dia mengatakan atas dasar tersebut maka orang-orang yang mempunyai ilmu dari kitab kuning berkumpul untuk mengamalkan ilmunya. Mereka adalah para dosen dari beberapa jurusan untuk bersedia mengajarkan kitab kuning kepada mahasiswa-mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati, ataup ununtuk masyarakat umum.
“Maka remuklah orang-orang keluaran pesantren untuk mengjarkan Kitab Kuning ini”.Ucapnya

Reporter: Linda Maulidah KPI/III/B